PENGARUH AKTIVITAS PEDAGANG KAKI LIMA TERHADAP VOLUME LALU LINTAS DI JALAN POROS PASAR OTONOM KOTA JAYAPURA
Keywords:
Pedagang Kaki Lima, Volume Lalu Lintas, Hambatan Samping, Kapasitas Jalan, Tingkat PelayananAbstract
Perkembangan aktivitas ekonomi di Kota Jayapura, khususnya di sekitar Jalan Poros Pasar Otonom, telah memicu meningkatnya aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan bahu jalan untuk berdagang. Aktivitas ini berdampak langsung pada penurunan kapasitas jalan dan peningkatan hambatan samping, sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas PKL terhadap volume lalu lintas dan kinerja jalan pada lokasi tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif berdasarkan data primer dan sekunder, serta analisis sesuai Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2014). Hasil penelitian menunjukkan kapasitas jalan sebesar 1.768 kendaraan/jam dengan volume lalu lintas rata-rata 1.030,021 kendaraan/jam. Kecepatan rata-rata kendaraan tercatat rendah, yaitu 5,88 km/jam, dengan tingkat hambatan samping yang sangat tinggi. Tingkat pelayanan jalan (LOS) masuk dalam kategori B, yaitu arus lalu lintas stabil namun dengan kecepatan terbatas. Disarankan adanya penataan aktivitas PKL dan pengelolaan parkir untuk meningkatkan kinerja ruas jalan.



