KEBIJAKAN STRATEGI PENGGUNAAN GREEN TECHNOLOGY UNTUK PRESERVASI INFRASTRUKTUR JALAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Keywords:
Jalan, Kearifan Lokal, Tekniologi HijauAbstract
Pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia, terutama di wilayah Papua, menghadapi tantangan besar terkait keberlanjutan lingkungan dan daya tahan struktur jalan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan teknologi hijau dalam preservasi infrastruktur jalan, yang mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dengan pemanfaatan sumber daya alam secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebijakan dan strategi penggunaan teknologi hijau dalam preservasi infrastruktur jalan di Papua, dengan pendekatan berbasis kearifan lokal. Kearifan lokal di Papua, yang kaya akan pengetahuan tradisional tentang pengelolaan alam dan sumber daya alam, dapat menjadi dasar dalam merancang solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga sesuai dengan konteks sosial dan budaya setempat. Pendekatan berbasis kearifan lokal, seperti pemanfaatan material alami dan teknik konstruksi tradisional, diintegrasikan dengan inovasi teknologi modern untuk menciptakan solusi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi hijau, seperti penggunaan material ramah lingkungan dan teknik pengelolaan air hujan yang efisien, dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, meningkatkan ketahanan jalan, dan mengurangi biaya pemeliharaan jangka panjang. Selain itu, kearifan lokal dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan dan pemeliharaan, sehingga menghasilkan infrastruktur yang lebih relevan dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan rekomendasi kebijakan yang mendukung integrasi teknologi hijau dengan kearifan lokal dalam pembangunan infrastruktur jalan di Papua, serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mencapai tujuan keberlanjutan infrastruktur yang optimal.



