EFFEK MODEL JENDELA JUNGKIT 30° TERHADAP GERAKAN UDARA BANGUNAN BERORIENTASI UTARA DAN SELATAN
Keywords:
Simulasi CFD, Fasad, Jendela JungkitAbstract
Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk menemukan kecepatan udara (air velocity) dan pola pergerakan udara pada ruang interior pada fasad Utara dan fasad Selatan Ruang Pertemuan (dinding massif tanpa ada bukaan ventilasi) dengan mempertimbangkan aspek kecepatan dan sumber arah datang angin dominan sebagai input, posisi dan luas bukaan ventilasi, dengan model jendela jungkit 30° yang terletak pada dua sisi bidang selubung yang saling berhadapan. Objek penelitian adalah Ruang Pertemuan dengan luas 51 m2 yang terletak di Kampung Kwadeware, Kota Sentani yang akan dimodelkan dengan program simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics) Ecotect Analysis 2011. Data input untuk menjalankan program simulasi ini menggunakan data primer yang diambil dilapangan yaitu kecepatan angin eksterior rata-rata (5 m/dt) dan suhu udara eksterior (28°C) dan interior (32°C) serta data sekunder seperti arah datang angin dominan (arah Barat) dan temperature udara eksterior rata-rata dalam satu tahun dari BMKG Balai Besar Wilayah V Jayapura, serta data kekentalan udara (viscosity) 1.8e-05 dan tekanan udara (1,2 kg/m3) dari Standard Internasional. Ditemukan bahwa aliran angin dominan (input) yang berhembus ke arah bidang/fasad bangunan (Utara dan Selatan) yang tidak memiliki lubang ventilasi, tetapi aliran udara tetap masuk mengalir ke dalam ruang interior dengan kecepatan yang relatif sama, yaitu 0,121 m/dt sampai dengan 0,150 m/dt (kategori Nyaman, Tanpa Terasa) melalui lubang ventilasi yang terletak di sisi samping kiri dan kanan bangunan. Kecepatan udara interior yang dihasilkan pada 2 (dua) simulasi pemodelan CFD ini tidak memenuhi standar yang disyaratkan